
Penjara Kalisosok menjadi salah satu bangunan bersejarah di Surabaya yang menyimpan cerita kelam masa penjajahan. Di balik jeruji, sejumlah tokoh pergerakan nasional, wartawan, hingga orang-orang yang dianggap menentang pemerintah kolonial pernah merasakan sebagai tahanan.
Bukan hanya tempat untuk menjalani hukuman, Kalisosok juga dikenal dengan kondisi penjara yang kejam. Dalam buku “Soerabaia Tempo Doeloe” karya Dukut Imam Widodo, digambarkan ada sejumlah perlakukan kasar yang dialami para tahanan Kalisosok di masa kolonial.
Salah satu praktik yang diceritakan adalah pemberian tanda kepada tahanan baru melalui Kamar Stempel. Mereka diminta memasukkan tangan ke sebuah lubang khusus. Di balik lubang itu, tangan tahanan akan dicengkeram, kemudian ditempeli besi panas berbentuk huruf G.
Huruf G merupakan singkatan dari Gevangene, yang berarti narapidana. Proses pemberian tanda itu dilakukan menggunakan besi yang sebelumnya dipanaskan di atas perapian. Buku tersebut menggambarkan teriakan para tahanan ketika tangan mereka terkena besi panas.
Perlakuan keras lainnya adalah pemasangan rantai besi pada kaki dan tangan tahanan. Rantai tersebut dilengkapi bandul bola besi agar mereka tidak bisa melarikan diri. Penggunaan rantai dalam waktu lama bahkan menyebabkan luka serius pada kaki tahanan. Beberapa luka disebut begitu dalam hingga tulangnya terlihat.
Kondisi sel juga jauh dari layak. Menurut keterangan sejarawan Purnawan Basundoro yang didapat detikcom pada 19 Maret 2021, ruang tahanan Kalisosok rata-rata berukuran sekitar 2,5 x 4 meter dan dibagi menjadi dua bagian menggunakan sekat. Jika satu ruangan ditempati beberapa orang, ruang gerak tahanan tentu menjadi sangat terbatas.
Lantas, siapa saja tokoh yang pernah mendekam di balik tembok Penjara Kalisosok? Berikut beberapa nama yang tercatat.
H.O.S Tjokroaminoto merupakan tokoh pergerakan nasional sekaligus pemimpin Sarekat Islam yang dikenal aktif menentang kolonialisme Belanda. Perjuangannya membuat pemerintah kolonial mengawasi dan menekan aktivitas politiknya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber