
RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Predikat Bojonegoro sebagai daerah penghasil padi terbesar nomor satu di Jawa Timur belum sepenuhnya menjamin harga beras di pasaran tetap terjangkau. Harga beras di tingkat toko justru mengalami kenaikan hingga mencapai Rp 16 ribu per kilogram (kg).
Sonia Dinana, masyarakat Kecamatan Sumberrejo mengatakan, harga beras yang biasanya berkisar Rp 12.500 hingga Rp 13.000 per kg kini naik menjadi Rp 16.000 per kg. Ini untuk harga di toko.
Menurut pengusaha catering tersebut, kenaikan harga beras terjadi saat musim kemarau, sekitar dua bulan lalu. Alasan dari pihak toko, karena tidak ada panen, sehingga harga tinggi.
Sementara itu, berdasarkan data dari laman Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) di Jawa Timur. Harga rerata beras di Kabupaten Bojonegoro per kemarin (6/11), yakni Rp 14.950 per kg untuk beras premium dan Rp 13.500 per kg untuk beras medium.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro, Zaenal Fanani menyampaikan, harga beras di pasaran telah diatur melalui harga eceran tertinggi (HET). Karena itu, pedagang tidak diperbolehkan menjual beras melebihi ketentuan tersebut.
Berdasar HET Zona 1 (Surabaya), lanjutnya, untuk beras medium Rp 13.500 per kg. Sedangkan, untuk beras premium Rp 14.900 per kg. Sementara itu, HET beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bulog sekitar Rp 12.500 per kg.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber