
damarinfo.com – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tidak hanya memotret tingkat pendidikan maupun daya beli masyarakat.
Selain itu, indikator ini juga mencerminkan kualitas kesehatan suatu kawasan melalui tolok ukur Umur Harapan Hidup (UHH).
BPS mengukur dimensi kesehatan melalui indikator Umur Harapan Hidup saat lahir. Indikator ini menggambarkan proyeksi rata-rata lama hidup bayi yang baru lahir berdasarkan tren angka kematian pada periode tertentu.
Berdasarkan rilis data IPM 2026, Kota Surabaya mencetak UHH tertinggi di Jawa Timur hingga mencapai 76,56 tahun.
Secara konkret, angka 76,56 tahun ini mengartikan bahwa bayi yang lahir di Surabaya pada tahun 2026 rata-rata memiliki harapan hidup hingga mencapai usia 76 tahun 6 bulan.
Catatan: Angka ini berlaku jika kondisi dan tingkat kematian penduduk saat ini tetap stabil di masa depan.
Capaian ini sekaligus mengukuhkan posisi Surabaya di puncak klasemen dari total 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Oleh karena itu, hasil tersebut mencerminkan keunggulan akses layanan kesehatan, sanitasi, dan gizi masyarakat di Kota Pahlawan secara makro.
Sementara itu, Kota Mojokerto menempel ketat di urutan kedua dengan UHH sebesar 76,55 tahun. Selanjutnya, Kota Kediri menyusul di peringkat ketiga dengan capaian 76,52 tahun.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber