
BANYUWANGI (beritajatim.com) – K(GM-DTGI) 2026. Capaian ini menempatkan Banyuwangi sebagai daerah dengan tata kelola transfoabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan menempati posisi pertama dalam kategori kabupaten pada pemeringkatan Gadjah Mada Digital Transformation Governance Index rmasi digital terbaik di antara 508 kabupaten dan kota yang menjadi objek penilaian.
Dalam kategori kabupaten, Banyuwangi berhasil mengungguli Kabupaten Bantul yang berada di posisi kedua dan Kabupaten Bogor di peringkat ketiga.
Selanjutnya, Kabupaten Sumedang menempati posisi keempat, disusul Sukoharjo di posisi kelima, Sidoarjo keenam, Pemalang ketujuh, Sleman kedelapan, Boyolali kesembilan, dan Magelang di posisi kesepuluh.
Keberhasilan Banyuwangi menjadi yang terbaik menunjukkan pentingnya kesiapan pemerintah daerah dalam membangun tata kelola pemerintahan berbasis digital. Transformasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi, tetapi juga menyangkut kepemimpinan, kebijakan, pengelolaan data, hingga kualitas pelayanan publik yang semakin berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Ketua Tim Peneliti GM-DTGI, Prof. Syaiful Ali, menjelaskan indeks tersebut dikembangkan UGM untuk mengukur kesiapan sekaligus pelaksanaan tata kelola transformasi digital di lingkungan pemerintah kabupaten dan kota.
Menurutnya, pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam memperkuat transformasi digital nasional. Sebab, keberhasilan digitalisasi pemerintahan tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan pemerintah pusat, tetapi harus diikuti kesiapan daerah dalam membangun sistem dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kalau kita ingin membuat negara kita menjadi jauh lebih baik, saya kira komponen di dalamnya juga harus baik,” ujar Syaiful.
Ia menjelaskan, transformasi digital pemerintahan di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan. Persoalan tersebut antara lain koordinasi antarlembaga, keterbatasan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi, kesiapan sumber daya manusia, serta kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan layanan digital.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber