SATUMEDIA.ID – Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf melakukan inspeksi mendadak ke kantor Anissa Ahmada Travel Indo di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (17/9/2026).

Namun, saat didatangi, kantor biro perjalanan tersebut dalam kondisi tertutup dan terkunci. Di lokasi terdapat keterangan bahwa aktivitas kantor untuk sementara dihentikan.

Salah satu kelompok yang terdampak adalah sekitar 200 calon jemaah yang dikoordinasikan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Muslimat Jombang.

Sejumlah calon jemaah disebut mengalami penundaan keberangkatan. Sementara itu, sebagian jemaah yang telah menjalani rangkaian perjalanan umrah juga menghadapi persoalan tiket kepulangan hingga harus mengeluarkan biaya tambahan secara mandiri.

Irfan mengatakan, persoalan tersebut menjadi perhatian serius pemerintah karena berkaitan langsung dengan dana dan keberangkatan jemaah.

Sebagai langkah awal, Kementerian Haji dan Umrah telah menutup akses pendaftaran Anissa Ahmada Travel Indo melalui Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh).

Irfan mengungkapkan, terdapat hampir 4.000 calon jemaah yang tercatat melalui travel tersebut.

Jika setiap calon jemaah rata-rata telah menyetorkan Rp30 juta, maka nilai dana yang perlu dipertanggungjawabkan mencapai sekitar Rp120 miliar.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *