:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/ilustrasi-hujan-dengan-intensitas-rendah-dan-bersifat-lokal-di-Jembatan-Suramadu.jpg)
TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Datangnya musim penghujan dirasakan sebagian masyarakat, khususnya para pengendara ketika gerimis mulai menyapa suasana pagi di kawasan akses Jembatan Suramadu sisi Madura, Desa Ba’engas hingga Desa Sukolilo Barat, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, Madura, Minggu (20/9/2026) sekitar pukul 07.15 WIB.
Sejumlah pengendara roda dua memutuskan untuk menepi dan berteduh di bawah fly over pertama dari arah Bangkalan, beberapa di antaranya bergegas kembali melaju setelah mengenakan jas hujan.
Hujan dengan intensitas rendah dan bersifat lokal itu tidak terjadi di akses Suramadu sisi Surabaya yang dihubungkan Jembatan Suramadu sepanjang 5,4 Km.
“Saya sempat memperhatikan pengendara sepeda motor tujuan Surabaya, beberapa di antaranya mengenakan jas hujan. Langit pagi di Madura (akses Suramadu) juga sempat diselimuti awan mendung. Di Surabaya tidak ada gerimis,” ujar seorang pemotor, Pinastika Candakarana, ketika menepi di depan pintu keluar Jembatan Suramadu sisi Madura.
Hadirnya gerimis bersifat lokal yang membasahi akses Suramadu sisi Madura, selaras dengan prakiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Sebagaimana yang disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan dalam sepekan terakhir.
“Alhamdulillah, akhirnya hujan mulai datang,” ujar Kepala BPBD Bangkalan, Zianul Qomar, melalui sambungan selulernya.
Ia menjelaskan, kehadiran hujan lokal dan sesaat itu secara umum merupakan dinamika atmosfer dan labilitas lokal yang dipicu suhu panas atau hangat di permukaan air laut memicu penguapan secara intensif. Sehingga uap air dengan cepat membentuk awan hujan lokal.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber