
Bojonegoro – Dalam kurun 2,5 bulan mulai awal bulan Juli hingga 15 September 2026, tercatat sebanyak 28 kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Dari data tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro mencatat kejadian paling banyak terjadi pada bulan Agustus. Angkanya sebanyak 12 kejadian.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bojonegoro, Heru Wicaksi, mengatakan, berdasarkan laporan kejadian yang diterima, kebakaran lahan masih terjadi di sejumlah wilayah Bojonegoro selama musim kemarau.
Pada Juli 2026, tercatat sedikitnya 9 kejadian kebakaran lahan. Kejadian tersebar di Kecamatan Dander, Bojonegoro, Trucuk, Balen, Kalitidu, dan Kecamatan Temayang.
Kebakaran tersebut antara lain berupa lahan semak belukar, rumpun bambu, ilalang, serta lahan tebu. Salah satu kejadian terbesar terjadi di Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, berupa kebakaran lahan tebu sekitar tiga hektare.
Memasuki Agustus 2026, jumlah kejadian meningkat menjadi 12 kasus. Kebakaran terjadi di Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, Dander, Kapas, Sukosewu, dan Trucuk.
Jenis kejadian pada Agustus didominasi kebakaran lahan, rumpun bambu, ilalang, rumput liar, hingga lahan tebu. Salah satu kejadian tercatat pada 28 Agustus di Kelurahan Jetak, Kecamatan Bojonegoro, dengan luas lahan tebu yang terbakar sekitar dua hektare.
“Penyebab kebakaran pada sebagian besar kejadian berkaitan dengan aktivitas pembakaran sampah atau daun kering yang kemudian merambat ke lahan, rumpun bambu maupun vegetasi lainnya,” kata Heru Wicaksi kepada SuaraBanyuurip.com di kantornya, Senin (21/9/2026).
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber