
jatimnow.com – Forum Komunikasi perubahan UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menyoroti pola kepemimpinan Rektor Prof Akh Muzakki, khususnya dalam komunikasi dengan jajaran dekan. Persoalan tersebut menjadi bagian dari laporan yang disampaikan Forum Komunikasi UINSA kepada DPR RI dalam rapat dengar pendapat umum, Senin (21/9/2026)
Prof Abdul Halim menyampaikan bahwa terdapat empat hal yang disampaikan Forum Komunikasi UINSA kepada DPR RI, khususnya Komisi VIII. Keempat hal tersebut meliputi tata kelola kelembagaan, kepemimpinan dan relasi antara pemimpin dengan yang dipimpin, aspek hukum serta tata kelola keuangan, dan relasi antara pemimpin dengan alumni.
Salah satu hal yang disoroti ialah suasana dalam sejumlah pertemuan antara rektor dengan para dekan. Prof Masruhan, yang merupakan Ketua Komisi Etik Senat Akademik, menyebut rapat pimpinan kerap berlangsung dalam suasana yang diwarnai kemarahan.
Menurut prof Masruhan, kondisi tersebut berpengaruh terhadap hubungan antara rektor sebagai pimpinan dengan jajaran yang berada di bawah kepemimpinannya. Ia menilai seorang pemimpin semestinya dapat menerima perbedaan pendapat dan menunjukkan sikap terbuka ketika berhadapan dengan kritik maupun masukan.
“Setiap pertemuan meeting dengan dekan-dekan tidak lepas dengan kemarahan dalam sambutan, diiringi kemarahan,” ujar prof Masruhan.
Ia juga mengaitkan persoalan tersebut dengan manajemen kepemimpinan di lingkungan kampus. Menurutnya, pemimpin perlu memberikan contoh yang baik, termasuk memiliki sikap legawa ketika menerima pandangan yang berbeda.
“Persoalan manajemen pemimpin dan yang dipimpin. Salah satu prinsip pemimpin itu harus legowo dan tidak mudah marah” katanya.
Selain persoalan komunikasi dalam rapat, Prof Masruhan turut mempertanyakan transparansi dalam proses pengambilan kebijakan di lingkungan UINSA. Ia mengatakan terdapat kebijakan rektor yang menurutnya diambil tanpa diketahui oleh senat.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber