jatimnow.com – Aktivitas akademik di lingkungan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya terhenti sejak Senin, (21/9/2026). Kondisi tersebut terjadi setelah mahasiswa melakukan penyegelan terhadap sejumlah akses masuk kampus.

“Aksi ini akan terus kami lakukan hingga Kemenag mengambil langkah untuk UINSA,” kata Fazle saat dikonfirmasi Selasa, (22/9/2026).

Meski demikian, mahasiswa tidak menggelar demonstrasi terbuka hari ini. Massa memilih melakukan salat hajat di Masjid Ulul Albab, kompleks kampus UINSA Ahmad Yani. Fazle mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar mahasiswa dalam menghadapi situasi yang terjadi di kampus.

Sementara itu, kondisi akses kampus di kawasan Jalan Ahmad Yani maupun kampus UINSA Gunung Anyar masih dalam keadaan tertutup. Spanduk yang menandai penutupan akses juga masih terpasang di sejumlah titik.
Penyegelan tersebut berdampak pada aktivitas civitas akademika. Kegiatan perkuliahan hingga pelayanan administrasi disebut tidak berjalan seperti biasanya akibat akses menuju sejumlah fasilitas kampus ditutup.

Aksi penolakan terhadap kepemimpinan Akh Muzakki sendiri telah berlangsung sejak dirinya kembali dilantik sebagai Rektor UINSA. Pelantikan untuk periode 2026-2030 tersebut berlangsung di kantor Kementerian Agama di Jakarta pada 15 September 2026. Sejak saat itu, mahasiswa dari sejumlah fakultas menggelar berbagai aksi di lingkungan kampus. Rangkaian aksi tersebut di antaranya pendudukan Gedung Rektorat, pembakaran barang bekas, hingga penutupan akses kampus. 

Pak Yes menyebut perencanaan Pantura harus dipandang sebagai upaya jangka panjang karena kawasan tersebut merupakan ruang hidup sekaligus sumber penghidupan masyarakat.

Kecerdasan buatan makin mahir meniru foto asli. Pewarta Foto Indonesia menegaskan etika jurnalistik menjadi benteng utama menghadapi hoaks visual.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *