
KILASJATIM.COM, Sidoarjo – Rencana pembangunan Flyover (FO) Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, hingga kini belum memasuki tahap finalisasi desain. Pembahasan masih berlangsung karena kebutuhan lahan pembangunan flyover bersinggungan dengan aset serta rencana pengembangan jalur kereta api milik PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo Muhammad Makhmud mengatakan, perbedaan desain tersebut berpengaruh terhadap kebutuhan ruang dan pembebasan lahan.
“Ini kami masih mencari solusi dari tiga instansi yang menjadi titik simpulnya, tapi belum final,” kata Makhmud dalam keterangan yang diterima, Rabu (23/9/2026).
Menurut Makhmud, desain Flyover Gedangan juga harus diselaraskan dengan rencana PT KAI untuk mengembangkan jalur kereta api ganda atau double track. Kondisi tersebut membuat kebutuhan lahan harus dipetakan secara cermat sebelum desain akhir ditetapkan.
Dari dua opsi yang dibahas, Pemkab Sidoarjo cenderung memilih desain Flyover Gedangan dengan enam lajur. Pilihan tersebut mempertimbangkan kebutuhan lalu lintas kawasan Gedangan dalam jangka panjang.
Makhmud mengatakan, desain enam lajur diproyeksikan mampu melayani kebutuhan lalu lintas hingga sekitar 30 tahun. Pemilihan desain dengan kapasitas lebih besar sejak awal juga dinilai dapat mengurangi kebutuhan pembebasan lahan tambahan apabila volume kendaraan meningkat di masa mendatang.
“Kalau enam lajur, kami hitung sampai 30 tahun. Daripada nanti harus membebaskan lahan lagi, lebih baik disiapkan sekarang,” ujarnya.
Meski demikian, pembahasan belum menghasilkan kesepakatan final. Salah satu kendalanya adalah PT KAI belum hadir dalam pertemuan pembahasan terakhir.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber