SURABAYA (Kabarjawatimur) – Upaya meramaikan Sentra Wisata Kuliner (SWK) di Kota Surabaya membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Tidak hanya pemerintah dan para pedagang, tetapi juga

SURABAYA (Kabarjawatimur) — Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, menyoroti penggunaan indikator desil dalam menentukan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Ia menilai,

SURABAYA (Kabarjawatimur) — Perundungan atau bullying tidak selalu bermula dari tindakan besar. Ucapan kasar, perilaku merendahkan, hingga candaan yang berlebihan dapat menjadi pintu masuk munculnya perundungan di lingkungan pendidikan maupun sosial.

Karena itu, Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur, Erick Komala, S.H., M.H., menilai pencegahan bullying harus dimulai dari pembentukan perilaku dan sikap saling menghormati sejak dini.

Hal itu disampaikan Erick dalam Podcast Biro Hukum JDIH Provinsi Jawa Timur bertajuk “Stop Bullying! Saat Perundungan Berujung Hukum”, Kamis (10/9/2026).

Podcast tersebut turut menghadirkan Ketua Komisi A DPRD Jawa Timur Dedi Irwansa, S.Pd., serta Kasubbid Sunluhkum Bidkum Polda Jawa Timur Kombes Pol Martin L. A. C. Makalew, S.E., M.H., CPM, CPArb, CPA.

Dalam diskusi tersebut, Erick menegaskan bahwa bullying tidak hanya terjadi di sekolah. Perundungan juga dapat muncul di berbagai lingkungan sosial, termasuk ruang digital dan media sosial yang membuat bentuk perundungan semakin beragam.

Menurut dia, persoalan tersebut tidak cukup hanya diselesaikan melalui pemberian sanksi setelah perundungan terjadi. Langkah preventif melalui pembentukan karakter justru menjadi bagian penting yang harus diperkuat.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *