
Mojokerto, blok-a.com – Kota Mojokerto mendapat apresiasi dari Tim Verifikator Environmental Health Competition (EHC) 2026 Provinsi Jawa Timur. Kota Mojokerto dinilai memiliki pembangunan kesehatan lingkungan yang kuat dengan dukungan kolaborasi lintas sektor hingga tingkat kelurahan.
Apresiasi tersebut disampaikan Ketua Tim Penilai EHC 2026, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur drg. Sulvy Dwi Anggraeni, M.Kes., seusai melakukan verifikasi lapangan di sejumlah lokasi di Kota Mojokerto, Selasa (22/9/2026).
Dalam EHC 2026, Kota Mojokerto menjadi salah satu dari tiga daerah yang lolos dalam kategori LiNGKAR (Lingkungan Karakter Sehat).
Sebelumnya, sebanyak 27 kabupaten/kota yang lolos penilaian Kota Sehat tingkat Provinsi Jawa Timur berhak mengikuti EHC 2026. Kompetisi tersebut terbagi dalam tiga kategori, yakni STBM-SIGAP (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat-Sanitarian Inspiratif Gerakan Aktif Perubahan), LiNGKAR, dan Puskesmas Pelopor Kesling Plus.
Sulvy mengatakan hasil pengamatan awal tim menunjukkan adanya praktik kesehatan lingkungan yang berjalan cukup kuat di Kota Mojokerto.
“Kalau kita melihat pembangunan kesehatan yang ada di Kota Mojokerto itu luar biasa,” kata Sulvy saat menyampaikan hasil pengamatan awal tim seusai verifikasi.
Menurut Sulvy, salah satu hal yang menjadi perhatian tim adalah kuatnya kolaborasi antara pemerintah kota, kecamatan, kelurahan hingga masyarakat.
“Kolaborasi, sinergitas antara pemerintah kota, kecamatan sampai tingkat kelurahan itu benar-benar guyub. Semoga tidak hanya karena lomba, tetapi memang benar-benar saat melakukan kegiatan seperti ini,” tuturnya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber