
Fazle mengatakan mahasiswa tidak ingin kabar pengunduran diri hanya disampaikan melalui pemberitaan, pernyataan, maupun informasi dari pihak tertentu. Mereka meminta adanya bukti normatif secara administratif.
“Kalau memang benar Rektor telah memutuskan untuk mengundurkan diri, yang kami inginkan adalah bukti normatif bahwa beliau telah mengundurkan diri sebagai Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya,” kata Fazle dalam konferensi pers mahasiswa UINSA, Rabu (23/9/2026).
Menurutnya, bukti pengunduran diri tersebut penting untuk memastikan status Muzakki secara administratif. Mahasiswa juga membuka ruang agar Muzakki hadir langsung di kampus untuk membicarakan mekanisme pengunduran diri secara terbuka.
“Bukan melalui berita, bukan melalui pernyataan atau dari omongan, tapi kami ingin bukti normatifnya secara administrasi,” ujarnya.
Ia menegaskan, mahasiswa juga akan tetap mengawal persoalan tersebut meski muncul kabar Muzakki telah mengundurkan diri. Sebab, tuntutan yang dibawa mahasiswa tidak hanya berkaitan dengan posisi rektor.
“Betul. Kita akan terus mengawal ini karena yang kita bawa per hari ini juga tidak hanya satu tuntutan, tapi masih ada tujuh tuntutan yang harus dipertanggungjawabkan juga,” tegasnya.
Sebelumnya, mahasiswa UINSA telah menggelar rangkaian aksi penolakan terhadap kepemimpinan Muzakki. Aksi tersebut berlanjut dengan penyegelan sejumlah akses kampus dan penghentian aktivitas akademik di sejumlah titik.
Dalam konferensi pers tersebut, mahasiswa menyampaikan delapan tuntutan. Selain meminta Muzakki mengundurkan diri atau diberhentikan, mereka menyoroti persoalan tata kelola kampus, sistem UKT, pemenuhan hak mahasiswa baru, fasilitas dan tata kelola kemahasiswaan, keterbukaan informasi publik, penerimaan mahasiswa baru, serta kebijakan pembatasan jam malam.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber