Surabaya (beritajatim.com) – Gedung Mal Pelayanan Publik Siola di Jalan Tunjungan mendadak dipenuhi deretan karangan bunga bernada kritik tajam sejak Rabu malam hingga Kamis pagi. Aksi simbolis ini dilancarkan oleh para pedagang Pasar Buah Tanjungsari sebagai bentuk protes atas kebijakan pembatasan jam operasional yang dinilai mematikan mata pencaharian mereka.

Langkah ini diambil akibat kekecewaan mendalam terhadap Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan Kota Surabaya yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat kecil. Para pedagang merasa diabaikan dalam penerapan Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 1 Tahun 2023 tentang Perdagangan dan Perindustrian.

Salah satu pesan yang terpajang mengisyaratkan kepasrahan sekaligus permohonan agar pemerintah kota menyikapi nasib mereka secara bijak. Tulisan tersebut mencerminkan kesedihan para pedagang yang merasa disamakan dengan pelaku usaha ilegal.

“Bu Mia tolong jangan jahat dg kami pedagang buah, kami tidak liar, kami bukan maling, kami hanya menyambung hidup,” bunyi pesan dari karangan bunga beratasnamakan Pedagang Buah yang Menangis Tiap Malam.

Selain nada kesedihan, papan bunga lain memuat peringatan terbuka mengenai potensi aksi perlawanan yang lebih besar jika ruang dialog terus ditutup. Pedagang mendesak Kepala Dinkopumdag Kota Surabaya, Mia Santi Dewi, untuk turun langsung meninjau kondisi riil di lapangan.

“Bu Mia Jangan Matikan Usaha Kami Dengan Kebijakan Mu Atau Gerakan Perlawanan Akan Dimulai Dari Pedagang Buah Surabaya,” tegas kalimat pada papan bunga lainnya.

Aksi pengiriman karangan bunga ini dikonfirmasi langsung oleh pihak asosiasi pedagang sebagai langkah protes damai akibat tersumbatnya saluran aspirasi resmi. Pemerintah Kota Surabaya dinilai enggan merespons surat permohonan dialog yang telah dikirimkan jauh-jauh hari.

“Ya, ini matinya hati nurani,” tegas Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Buah Tanjungsari 77 Surabaya, Rifai, Kamis (24/9/2026).

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *