
SURABAYA (Kabarjawatimur) – Upaya meramaikan Sentra Wisata Kuliner (SWK) di Kota Surabaya membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Tidak hanya pemerintah dan para pedagang, tetapi juga
SURABAYA (Kabarjawatimur) – Deretan karangan bunga bernada kritik pedas mendadak menghiasi area depan Kantor Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap (UPTSA) atau Mal Pelayanan Publik
SURABAYA (Kabarjawatimur) – Ada dua sapaan yang dulu sangat lekat dengan sosok Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama yakni Senator dan Humble.
Dua sebutan tersebut berkembang dari ruang yang berbeda. “Cantik” lebih dahulu dikenal sebagai identitas yang kemudian diberi makna melalui tagline CANTIK yang merupakan akronim Cerdas, Inovatif, dan Kreatif.
Sementara “humble” muncul dari kesan masyarakat terhadap cara Lia berinteraksi dan hadir di tengah warga.
Keponakan Gubernur Jatim Khofifah itu justru menjadikannya sebagai pesan tentang bagaimana perempuan dapat hadir di ruang publik dengan kapasitas, gagasan, dan kreativitas.
Salah satu pengamat politik Mubarok mengatakan makna tersebut menjadi bagian dari pesan yang ia gunakan untuk mendorong perempuan agar tidak hanya dilihat dari penampilan, tetapi juga dari kemampuan dan kontribusinya di ruang publik.
“Jauh sebelum menjadi senator, identitas tersebut sebenarnya sudah muncul dalam perjalanan Ning Lia sebagai aktivis perempuan. Hingga akhirnya kini menjadi tagline dan sosok Ning Lia yang memang cantik dan dekat dengan masyarakat,” kata Barok.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber