:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/Pelatihan-kader-posyandu-yang-digelar-SKK-Migas-KEI-dan-Puskesmas-Pagerungan-Besar.jpg)
TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP – Kasus stunting di dua desa kepulauan di Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Madura, menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan sepanjang tahun 2026.
Di Desa Pagerungan Besar, jumlah balita stunting turun dari 11 menjadi enam kasus, sedangkan di Desa Pagerungan Kecil berkurang dari 15 menjadi lima kasus hingga Agustus 2026.
Satu di antaranya melalui peningkatan kapasitas kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang digelar SKK Migas-Kangean Energy Indonesia (KEI) bersama Puskesmas Pagerungan Besar pada 22-23 September 2026.
Pelatihan tersebut diikuti kader posyandu dari empat desa, yakni Pagerungan Besar, Pagerungan Kecil, Tanjung Kiaok, dan Sakala.
Mereka dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk memperkuat pemantauan tumbuh kembang balita, memberikan edukasi kepada keluarga, serta meningkatkan peran masyarakat dalam mencegah stunting.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam kegiatan itu, selain enam anak yang masih mengalami stunting di Desa Pagerungan Besar, terdapat dua balita yang tercatat mengalami gizi buruk.
Sementara di Desa Pagerungan Kecil masih terdapat lima anak stunting, sedangkan data gizi buruk masih dalam proses verifikasi.
Keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh menurunnya jumlah kasus, tetapi juga kemampuan keluarga menjaga pola asuh, memenuhi kebutuhan gizi anak, serta rutin memantau pertumbuhan balita.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber