/data/photo/2026/09/25/6ab627963a801.jpg)
JEMBER, KOMPAS.com – Hilangnya dua batu yoni dari Situs Pocangan, Kecamatan Sukowono, Jember, membuat pengawasan terhadap peninggalan sejarah di lokasi tersebut dipertanyakan.
Situs yang menyimpan tinggalan sejarah masa klasik itu ternyata sudah cukup lama tidak memiliki juru pelihara (jupel), setelah yang bertugas sebelumnya pensiun.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Jember, Agung Nugroho, mengatakan bahwa pihaknya kini berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur di Trowulan, Mojokerto, untuk menindaklanjuti hilangnya dua batu purbakala tersebut.
Disparbudpora Jember juga menyiapkan laporan kepada Polres Jember untuk membantu penelusuran keberadaan batu yoni yang hilang.
Agung mengungkapkan, pihaknya pertama kali mendapat informasi mengenai hilangnya batu yoni pada Selasa (22/9/2026), Kemudian, dia langsung menerjunkan tim ke lokasi untuk memastikan kondisi tersebut.
Menurut Agung, pihak BPK nantinya juga akan turun ke Jember untuk melihat langsung kondisi situs dan membantu proses penelusuran.
Sementara dari sisi hukum, Disparbudpora Jember menyiapkan data untuk melaporkan hilangnya batu yoni tersebut ke Polres Jember.
“Kita sudah data ini kita siapkan, langsung kita lapor ke sana (polres) nanti,” ungkapnya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber