Surabaya (ANTARA) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memperkuat ekosistem industri halal untuk meningkatkan daya saing produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta memperluas akses pasar global.

Upaya tersebut mengantarkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur meraih Terbaik I Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2026 kategori Lembaga Pemerintahan, subkategori Pemerintah Daerah Provinsi yang Memberikan Dukungan Program Halal Terbaik.

Khofifah di Surabaya, Sabtu mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak dalam membangun ekosistem industri halal yang terintegrasi, mulai dari sertifikasi, pendampingan, peningkatan kualitas produk, hingga perluasan akses pasar.

“Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi apresiasi atas ikhtiar dan kolaborasi seluruh pihak dalam memperkuat ekosistem industri halal di Jawa Timur. Capaian ini bukan hanya milik Pemprov Jatim, tetapi juga pemerintah kabupaten dan kota, pelaku usaha, perguruan tinggi, lembaga pendamping, komunitas, serta seluruh masyarakat Jawa Timur,” ujarnya.

Hingga Agustus 2026, Jawa Timur telah menerbitkan 703.853 sertifikat halal yang mencakup sekitar 1,8 juta produk.

“Jumlah tersebut merupakan modal besar bagi produk-produk Jawa Timur untuk meningkatkan kepercayaan konsumen serta bersaing di pasar domestik maupun internasional,” katanya.

Ekosistem halal Jatim juga didukung 92 Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H), 14 Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), serta 660 rumah potong hewan bersertifikat halal.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *