BANYUWANGI – Warga Banyuwangi tampaknya masih harus bersabar menantikan datangnya air hujan. Pasalnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memprediksi musim hujan 2026/2027 di sejumlah wilayah Indonesia khususnya, Jawa Timur dan sekitarnya akan datang lebih lambat yakni bulan Desember.

Prakirawan BMKG Kelas III Banyuwangi, Rahmayani menjelaskan bahwa, awal musim hujan di Jawa Timur tidak terjadi secara bersamaan.

Sebagian wilayah diprediksi mulai memasuki musim hujan pada November 2026, sedangkan wilayah lainnya baru menyusul pada Desember 2026. 

“Jadi untuk wilayah Jawa Timur itu ada 266 Zona Musim (ZOM) termasuk Banyuwangi, atau sekitar 17,31 persen di bulan Desember ada potensi hujan,” jelasnya, Sabtu (26/9/2026). 

“Sehingga musim hujan cenderung mengalami kemunduran atau terlambat jika dibandingkan dengan pola klimatologis normalnya,” imbuhnya. 

Kondisi makin panjangnya musim kemarau ini, masih kata Rahmayani, dipengaruhi sejumlah faktor. Diantaranya fenomena El Nino, Indian Ocean Dipole (IOD), Madden Julian Oscillation (MJO) dan Monsun Asia. 

“Kombinasi fenomena tersebut berkontribusi terhadap curah hujan dan memperpanjang periode kekeringan di Banyuwangi khususnya,” paparnya.

Rahmayani menerangkan, El Nino sendiri merupakan fenomena pemanasan suhu permukaan laut di atas kondisi normal yang terjadi di bagian tengah dan timur Samudra Pasifik.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *