jatimnow.com – Udara panas dalam musim kemarau tahun ini membuat angka kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Jawa Timur melonjak. Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur mencatat kenaikan kasus ISPA sepanjang pertengahan tahun 2026.

Kepala Dinkes Provinsi Jatim, Erwin Astha Triyono mengatakan, penyakit ISPA bisa disebabkan karena virus, bakteri atau kuman yang menular melalui udara dan percikan droplet saat batuk atau bersin. Orang yang mengalami ISPA biasa muncul gejala batuk, pilek, nyeri tenggorokan, demam hingga sesak napas.

“Maka penting untuk menerapkan etika saat batuk agar mencegah penularan. Kondisi ini juga diperparah dengan cuaca panas, yang membuat lebih rentan virus masuk ke dalam tubuh,” ujarnya, Sabtu (26/9/2026).

Bagi masyarakat yang mengalami gangguan ISPA tidak ada obat paling baik selain menjaga daya tahan tubuh. Dengan cara istirahat dan nutrisi yang cukup.

Secara teoritis, dalam kurun waktu tujuh sampai 14 hari penyakit tersebut bisa sembuh dengan sendirinya. Namun jika terdapat keluhan tambahan, agar segera ke layanan kesehatan terdekat untuk mendapat penanganan yang tepat.

“Kecuali untuk lansia, ibu hamil atau pasien yang memiliki komorbid jantung dan ginjal. Jangan menunggu gangguan sampat berat, lebih baik segera ke fasilitas terdekat. Meski secara teoritis penyakit ini dapat sembuh sendiri, tetap tidak boleh lengah,” jelasnya.

Berdasarkan data, kasus ISPA di Jawa Timur rata-rata diangka 117.000 per bulan pada tahun 2025. Namun mengalami kenaikan kasus sebanyak 148.000 per bulan sepanjang pertengahan tahun 2026.

“Puncak tertinggi kasus ISPA berada di bulan Agustus 2026, yakni dengan kasus mencapai 211.000 orang,” paparnya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *