SURYA.CO.ID BANYUWANGI – Puluhan sopir truk tronton menggelar aksi dan memblokade pintu keluar Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (28/9/2026). Aksi dan blokade berlangsung sejak sekitar pukul 14.30 WIB dan masih berlangsung hingga 19.30 WIB.

Pantauan di pelabuhan, ratusan kendaraan roda empat pribadi hingga truk terjebak kemacetan di jalur menuju Pelabuhan Ketapang. Kendaraan tak bergerak sedikit pun sejak blokade berlangsung.

Adi Purwanto, calon penumpang asal Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, mengatakan kendaraannya tak bisa bergerak sejak pukul 14.30 WIB. Hingga lima jam kemudian, kendaraannya yang sudah tiba di dekat pintu masuk pelabuhan masih tak bergerak.

Adi berombongan bersama keluarga besar. Mereka hendak berkunjung ke rumah kerabat mereka di Bali. Adi tak menyangka bakal terjadi blokade di pelabuhan yang menyebabkan kendaraan tak bergerak.

“Kalau tahu begini, saya tidak berangkat,” kata Adi, yang bersama keluarganya memilih keluar mobil dan lesehan di jalan raya untuk beristirahat.

Dony, calon penumpang lain, mengatakan tak mengetahui penyebab Pelabuhan Ketapang tutup selama berjam-jam. Ia yang mengendarai mobil terjebak sejak sekitar pukul 14.45 WIB.

“Tidak dikasih tahu ada apa. Dibarikan saja seperti ini. Cuma dengar-dengar informasi bahwa ada demo begitu. Tapi tidak tahu juga demo apa,” kata dia.

Informasi yang diterima SURYA.CO.ID menyebut, aksi sopir truk dipicu kekecewaan terhadap operator dan regulator pelabuhan. Mereka kecewa terhadap pengaturan kendaraan di Dermaga LCM.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *