Sarjana Administrasi Publik, Universitas Sunan Giri Surabaya, Bergabung bersama TIMES Indonesia pada Juli 2025. dengan minat liputan bidang pemerintahan, politik, hukum dan pendidikan serta lifestyle.

SIDOARJO – Pemkab Sidoarjo mendorong pembangunan Flyover (FO) Gedangan dengan enam jalur di bawah jembatan layang. Opsi tersebut disiapkan untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas hingga 30 tahun mendatang.

“Pertimbangannya nanti kemacetannya. Kalau 6 jalur itu di titik jenuhnya kita hitungnya 30 tahun. Tapi kalau 4 jalur, maka titik jenuhnya nanti di 15 tahun,” kata Kepala Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air Sidoarjo, Mahmud.

Mahmud menjelaskan, enam jalur tersebut akan dibagi menjadi tiga jalur di sisi timur dari arah Surabaya menuju Sidoarjo dan tiga jalur di sisi barat dari arah Sidoarjo menuju Surabaya.

Menurutnya, opsi enam jalur dipilih dengan mempertimbangkan kebutuhan lalu lintas jangka panjang. Pemkab Sidoarjo juga ingin menghindari pelebaran jalan serta pembebasan lahan tambahan pada masa mendatang.

“Mending kita ukur sampai dengan 30 tahun. Jadi jangka panjangnya supaya tidak ada lagi pembebasan lahan kanan kirinya karena pasti lebih sulit ke depannya nanti, mending sekarang daripada dilakukan pembebasannya nanti,” ucapnya.

Mahmud mengatakan, kebutuhan lahan menjadi salah satu hal yang masih harus dibahas dalam pematangan desain FO Gedangan. Terutama karena terdapat rencana pembangunan jalur ganda kereta api oleh KAI pada 2027 yang perlu diselaraskan dengan pembangunan flyover.

Rencana pembangunan SRRL dan jalur ganda KAI tersebut berkaitan dengan kebutuhan lahan di sekitar FO Gedangan. Jika tidak diperhitungkan sejak awal, kondisi tersebut dikhawatirkan menimbulkan persoalan saat proyek berikutnya dilaksanakan.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *