
Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Airlangga (Unair) bersama Universiti Sains Malaysia (USM) memeriksa kesehatan jantung warga lanjut usia di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, Gresik.
Tim gabungan berfokus pada pencegahan penyakit kardiovaskular. Mereka melihat populasi lansia terus bertambah, sehingga risiko penyakit jantung koroner, hipertensi, hingga aritmia dinilai makin tinggi.
Pemeriksaan ini mengandalkan inovasi alat Elektrokardiogram (EKG) digital portabel. Alat buatan akademisi tersebut dirancang khusus agar mudah dipakai mendeteksi kelainan irama jantung.
Ketua Departemen Fisika Unair sekaligus Ketua Program Pengabdian Masyarakat Internasional, Dr. Riries Rulaningtyas, turun langsung mendemonstrasikan cara kerja inovasi teknologi tersebut.
“EKG digital ini sangat ringkas. Alat ini menjadi solusi skrining non-invasif yang terbukti efektif melacak dini kelainan konduksi jantung di kalangan awam,” ujar Riries, Senin (28/9/2026).
Sebelum menjalani rekam jantung, puluhan warga desa mengikuti serangkaian tes parameter dasar tubuh. Tim medis memastikan kondisi awal fisik para lansia tercatat secara akurat.
Usai tes kesehatan, mahasiswa dan dosen memberikan penyuluhan interaktif. Warga desa dibekali pengetahuan tentang perubahan fungsi jantung pada usia senja dan aturan asupan gizi.
Delegasi Malaysia membawa 20 mahasiswa dan tiga dosen pendamping untuk melayani warga. Rombongan USM ini dipimpin langsung oleh Assoc. Prof. Dr. Nor Fazila Binti Che Mat.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber