
MADIUN, JAWA TIMUR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun, Jawa Timur mendistribusikan air bersih untuk 21 kepala keluarga di dua kelurahan guna membantu warga yang mengalami kesulitan air karena sumur yang mengering.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Madiun Deddy Purnomo Santoso di Madiun, Senin (28/9) mengatakan penyaluran air bersih dilakukan di dua lokasi, yakni di Kelurahan Kelun dan Tawangrejo. Rinciannya, 14 KK berada di wilayah Kelurahan Kelun dan tujuh KK di Kelurahan Tawangrejo, Kecamatan Kartoharjo.
“Sebelumnya ada permintaan dari warga melalui kelurahan yang disampaikan ke kami. Untuk itu kami tindak lanjuti dengan dropping air bersih,” ujarnya.
Menurut dia, dua kelurahan tersebut mengalami kesulitan air bersih karena sumber air warga, yakni dari sumur sudah menyusut. Kondisi tersebut karena lingkungan Kelurahan Kelun dan Tawangrejo banyak petani yang juga mengambil air tanah melalui sibel untuk keperluan pengairan sawah.
“Jadi sumur-sumur warga kalah dengan sibel, sehingga akhirnya mengering pada puncak musim kemarau ini,” kata Deddy.
Ia menjelaskan permintaan bantuan air bersih dari warga mulai masuk sekitar dua pekan sebelumnya. BPBD kemudian menempatkan sejumlah tandon air di titik-titik yang membutuhkan di wilayah Kelun dan Tawangrejo tersebut.
Untuk wilayah Kelun, BPBD menyiapkan tiga tandon masing-masing berkapasitas 1.200 liter yang ditempatkan di dua titik. Sementara di Kelurahan Tawangrejo terdapat dua tandon di satu titik untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.
BPBD mengisi tandon air itu setiap dua hari sekali secara bergantian dengan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Kota Madiun.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber