:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Trans-Jatim-Koridor-2-Malang-Raya-Tetap-Meluncur-Dishub-Siapkan-18-Feeder-Redam-Penolakan.jpg)
SURYAMALANG.COM, SURABAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) tetap bergeming dan memastikan peluncuran Trans Jatim Koridor 2 Malang Raya berjalan sesuai jadwal pada akhir Oktober 2026 mendatang.
Keputusan tegas tersebut diambil meskipun proyek transportasi massal ini sempat menuai aksi penolakan dari para pengemudi angkutan kota (angkot) konvensional di Malang.
Guna meredam gejolak sekaligus mengakomodasi kepentingan pelaku transportasi lokal, Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim telah merancang skema integrasi khusus.
Kepala Seksi Angkutan Dishub Provinsi Jatim, Citto Eko Yuly Saputro, mengatakan kehadiran Trans Jatim merupakan upaya pemerintah menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi yang lebih baik.
Menurutnya, kehadiran Trans Jatim juga dilatarbelakangi kebutuhan untuk meningkatkan standar pelayanan minimal transportasi di wilayah Malang Raya.
Meski demikian, Dishub Jatim menyiapkan skema integrasi dengan angkutan yang sudah beroperasi agar kehadiran layanan baru tersebut tidak mengabaikan keberadaan angkutan lokal.
Citto menjelaskan, skema penanganan untuk Koridor 2 berbeda dengan Koridor 1 yang sebelumnya juga menghadapi penolakan dari pengemudi angkot.
Pada Koridor 1, Pemkab Malang menghadirkan program angkutan pelajar dengan memberdayakan angkot yang memenuhi persyaratan.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber