
Kediri (ANTARA) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kediri, Jawa Timur memanen sebanyak 120 kilogram ubi cilembu dari program budi daya pertanian yang melibatkan warga binaan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lakuli, kota setempat.
Kepala Lapas Kelas II A Kediri Gatot Tri Rahardjo di Kediri, Selasa, mengatakan panen ini bagian dari program pembinaan kemandirian untuk warga binaan. Kegiatan tersebut dilakukan melalui pemanfaatan lahan produktif sekaligus memberikan pengalaman dan keterampilan di bidang pertanian sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat.
“Panen ini menjadi bukti bahwa program pembinaan kemandirian terus berjalan dan memberikan hasil. Yang terpenting, warga binaan mendapatkan pengalaman langsung mulai dari proses penanaman, perawatan hingga pemanenan yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” kata Gatot.
Ia mengatakan pembinaan kemandirian tidak semata-mata berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga pada proses pembekalan keterampilan kepada warga binaan agar memiliki kemampuan yang dapat diterapkan setelah menjalani masa pidana.
Menurut dia, hasil panen 120 kilogram ubi cilembu tersebut selanjutnya disalurkan dan didistribusikan sesuai dengan mekanisme pemanfaatan hasil program pembinaan kemandirian.
“Setiap hasil dari program kemandirian akan kami manfaatkan dan didistribusikan dengan baik. Harapannya, kegiatan seperti ini terus berkembang, sehingga semakin banyak produk yang dihasilkan semakin banyak keterampilan yang diperoleh warga binaan,” ujarnya.
Gatot menambahkan SAE Lakuli menjadi salah satu wadah pengembangan potensi warga binaan melalui berbagai kegiatan produktif, termasuk budi daya pertanian.
Keterlibatan langsung warga binaan dalam proses pertanian, kata dia, diharapkan dapat membentuk sikap disiplin dan tanggung jawab sekaligus meningkatkan keterampilan kerja sebagai bagian dari persiapan kembali ke tengah masyarakat.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber