
Kediri (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menyalurkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sekitar 500 warga Dusun Selorejo, Desa Surat, Kecamatan Mojo, kabupaten setempat, setelah debit sumber air yang biasa digunakan masyarakat di wilayah tersebut berkurang.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengatakan pihaknya telah menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri untuk melakukan penanganan dengan menyalurkan air bersih serta menyediakan tandon bagi masyarakat.
“Kami harus hadir dalam mencukupi kebutuhan dasar masyarakat, termasuk persoalan air seperti yang terjadi di Desa Surat,” katanya di Kediri, Selasa.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri Ariyanto mengatakan Desa Surat merupakan salah satu wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan setiap musim kemarau, meskipun berdasarkan pemetaan BPBD kondisi tersebut tidak masuk kategori kekeringan ekstrem.
Sebagai langkah mitigasi, Pemkab Kediri telah menyediakan empat tandon air dengan kapasitas masing-masing 1.200 liter serta melakukan tiga kali dropping air bersih dengan total volume 15.000 liter untuk warga yang terdampak.
“Penanganan dilakukan secara bertahap berdasarkan kondisi di lapangan, terutama dengan mempertimbangkan ketersediaan sumber air dan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Selain Desa Surat, BPBD Kabupaten Kediri memetakan sejumlah wilayah lain yang berpotensi mengalami kekeringan, antara lain Desa Ponggok dan Desa Ngetrep di Kecamatan Mojo serta Desa Kalipang, Kecamatan Grogol.
Potensi kekeringan juga teridentifikasi di wilayah timur Sungai Brantas, yakni Desa Sempu dan Babadan di Kecamatan Ngancar serta Desa Wonorejo Trisulo dan Sepawon di Kecamatan Plosoklaten.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber