TAMPIL. Penampilan Tongtong Angin Ribut Sumenep dalam lomba musik tongtong se-Madura tahun 2025. (Istimewa for MaduraPost)

SUMENEP, MaduraPost – Mandalika akan menjadi titik temu dua dunia yang berbeda pada Oktober mendatang. Deru mesin motor balap akan berdampingan dengan bunyi tongtong, musik tradisional yang lekat dengan kehidupan masyarakat Madura.

Tongtong Angin Ribut asal Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mendapat kesempatan tampil dalam Rider Parade MotoGP Mandalika 2026 pada 7 Oktober.

Kehadiran kelompok seni ini membawa satu pesan sederhana: tradisi lokal juga bisa ikut berbicara di tengah panggung olahraga dunia.

Selama ini, tongtong dikenal sebagai salah satu kesenian khas Madura. Bunyi-bunyinya lahir dari instrumen sederhana dan berkembang menjadi bagian dari ekspresi budaya masyarakat. Kini, musik tersebut akan dibawa keluar dari panggung lokal menuju sebuah perhelatan yang ditonton masyarakat dari berbagai penjuru.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, Faruk Hanafi, melihat kesempatan itu sebagai lebih dari agenda pertunjukan.

“Bukan sekadar ajang MotoGP biasa. Saat mesin-mesin motor meraung, suara tongtong Madura juga bersiap menggema,” kata Faruk, Rabu (30/9).

Bagi Sumenep, tampil di Mandalika membuka ruang untuk memperkenalkan identitas daerah melalui cara yang berbeda. Bukan lewat promosi dalam bentuk slogan, melainkan melalui bunyi, pertunjukan, dan tradisi yang dibawa langsung oleh para pelakunya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *