
NUSANTARANEWS.CO, Surabaya — Kabar besar datang bagi warga Kabupaten Bojonegoro dan sekitarnya. Rencana pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS) yang digadang-gadang bakal menjadi urat nadi baru perekonomian daerah kini resmi memasuki babak baru.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Sri Wahyuni, mengatakan pihaknya menyambut baik rencana pembangunan JLS karena diyakini mampu mendongkrak konektivitas wilayah serta memicu pemerataan pertumbuhan ekonomi.
“Pembangunan infrastruktur seperti JLS ini tujuannya mulia untuk menata kota dan melancarkan distribusi logistik regional. Namun, saya berpesan agar hak-hak masyarakat yang desanya dilalui benar-benar diperhatikan. Prinsip ‘ganti untung’, bukan sekadar ganti rugi, harus dikedepankan agar warga tidak merasa dirugikan secara sosial maupun ekonomi,” tegas mantan perawat ini, Rabu (30/9/2026).
“Transparansi jalur trase akan mencegah spekulan tanah bermain liar yang justru merugikan masyarakat pemilik lahan asli,” jelasnya.
Selain itu, srikandi legislatif Jatim ini berharap keberadaan JLS nantinya tidak hanya menjadi jalur lintas kendaraan, tetapi juga mampu diintegrasikan dengan kantong-kantong sentra ekonomi baru, UMKM lokal, serta sentra pertanian di sekitar wilayah selatan Bojonegoro agar kesejahteraan warga ikut terangkat secara merata.
Dengan target eksekusi pembebasan lahan pada 2027, waktu persiapan yang tersisa harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk meredam potensi gesekan sosial.
Publik kini menantikan kepastian daftar lengkap 16 desa yang masuk dalam zona merah trase JLS, sekaligus berharap megaproyek ini benar-benar membawa angin segar bagi kemajuan Kabupaten Bojonegoro tanpa meninggalkan keresahan di akar rumput. (Setya)
16 Desa Bakal Digusur Demi JLS Bojonegoro, Sri Wahyuni Suarakan Alarm Keadilan untuk Warga!
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber