RRI.CO.ID, Surabaya – Saudi Airlines berencana kembali membuka penerbangan berjadwal dari dan ke Surabaya, Jawa Timur, pada awal November 2026. Rencana tersebut disampaikan seiring persiapan maskapai menghadapi kebutuhan penerbangan dari Jawa Timur, khususnya jemaah umrah.

General Sales Agent (GSA) Saudi Airlines di Indonesia, Andri Bermawi, mengatakan penerbangan tersebut nantinya bersifat reguler dan dapat digunakan berbagai kelompok penumpang, tidak terbatas pada jamaah umrah. Penumpang yang dilayani antara lain wisatawan, pelaku perjalanan bisnis, pekerja migran Indonesia, serta penumpang dengan tujuan lainnya.

“Rencana Saudi Airlines untuk melayani kembali Surabaya sekitar awal November tahun ini,” ujar Andri, usai acara pembukaan kantor baru Saudia Airlines Surabaya, Rabu, 30 September 2026.

Menurutnya, rencana pengoperasian kembali penerbangan Surabaya telah disampaikan oleh manajemen Saudi Airlines. Sebelumnya pernah melayani penerbangan dari Surabaya.

Andri menyebut, pada 2017 maskapai tersebut melayani Surabaya sekitar empat hingga delapan kali dalam sepekan menggunakan pesawat Boeing 747. Namun, layanan penerbangan tersebut terhenti setelah pandemi COVID-19. Hingga saat ini, penerbangan reguler Saudi Airlines dari Surabaya belum kembali dioperasikan.

Jika rencana tersebut terealisasi, pembukaan kembali penerbangan diharapkan memperluas pilihan konektivitas penerbangan dari Jawa Timur menuju Arab Saudi dan jaringan penerbangan Saudi Airlines lainnya. Andri mengatakan persiapan operasional terus dilakukan.

Namun, ia belum menyampaikan secara rinci frekuensi penerbangan reguler Surabaya yang akan dijalankan apabila layanan tersebut kembali dibuka. Sementara itu, Saudi Airlines saat ini masih mengoperasikan penerbangan dari Jakarta dan Bali. Dari Jakarta terdapat sekitar lima penerbangan per hari, sedangkan dari Bali sementara sekitar tiga penerbangan dalam sepekan.

Untuk Bali, frekuensi penerbangan juga direncanakan meningkat menjadi penerbangan harian. Sedangkan untuk Surabaya, kepastian jadwal dan frekuensi masih menunggu proses persiapan lebih lanjut.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *