Kasus dugaan penipuan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Jawa Timur (Jatim) yang menelan kerugian hingga puluhan miliar rupiah memasuki babak baru.

Aksi sindikat penipuan CPNS itu diduga meluas ke Jawa Tengah (Jateng), setelah terungkap ada korban-korban yang baru ketahuan di provinsi tetangga Jatim itu. Di sisi lain, kasus ini juga mulai menyasar dugaan keterlibatan oknum aparat dari sejumlah instansi.

Kuasa hukum para korban, Ketut Surya Putra, mengungkapkan, eskalasi kasus mulai terlihat dari temuan adanya korban lain di luar Jawa Timur. Fakta ini disampaikan usai penyidik Polda Jatim melakukan pemeriksaan terhadap para korban.

“Ada beberapa korban lain yang ingin melapor juga bersama dengan kami. Tapi mereka masih ragu, masih takut karena takut uangnya tidak kembali. Dan mereka lebih memutuskan untuk melapor di Jawa Tengah,” kata Ketut usai mendampingi kliennya di Mapolda Jatim, Surabaya, Rabu (30/9).

Ketut menegaskan, meski locus kejadian dan domisili korban yang melapor berada di provinsi yang berbeda, aktor di balik praktik penipuan ini mengarah pada sindikat dan terlapor yang sama yakni OP, selaku pemilik lembaga pelatihan kerja PT PTC yang bertempat di Sidoarjo, Jatim.

“Betul. Jadi lebih ke korbannya lokasinya ada di sana, Jawa Tengah. Tapi pelakunya tetap sama,” ujar dia.

“Hingga saat ini pihak korban bersama kami tidak menempuh langkah terlalu bagaimana-bagaimana dengan aparat instansi tersebut. Tapi kami sudah berkoordinasi dengan instansi tersebut supaya bagaimana kita menanggapi permasalahan ini dengan cara yang lebih baik,” ungkap Ketut.

“Mereka memberikan tanggapan yang baik, respons yang baik untuk bekerja sama menuntaskan masalah ini juga,” tambahnya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *