
Madura selama ini menjadi salah satu nama yang paling mudah muncul ketika membicarakan batik khas Jawa Timur. Padahal, kekayaan batik di provinsi ini tidak berhenti di Pulau Madura.
Sejumlah daerah lain seperti Sidoarjo, Surabaya, Mojokerto, dan Tuban juga memiliki sentra, motif, serta karakter batik yang tumbuh dari sejarah dan lingkungan masing-masing.
Perbedaan itu membuat batik Jawa Timur tidak memiliki satu tampilan yang seragam. Ada batik yang kuat dengan nuansa pesisir dan kehidupan nelayan, ada yang mengambil ikon kota.
Ada pula yang merekam jejak akulturasi budaya Jawa, Islam, dan Tionghoa. Lantas, daerah mana saja yang dikenal sebagai penghasil batik khas Jawa Timur?
Tradisi membatik di Jawa Timur berkembang dalam latar budaya yang beragam. Wilayah pesisir utara, misalnya, memiliki sejarah interaksi perdagangan dan budaya yang panjang. Kondisi tersebut ikut mempengaruhi motif, warna, teknik, hingga penggunaan kain batik di sejumlah daerah.
Madura dan Tuban termasuk wilayah yang memiliki sejarah panjang dalam tradisi batik. Batik Madura, khususnya dari kawasan Tanjung Bumi, dikenal dengan karakter warna dan teknik pewarnaannya.
Sementara itu, Tuban memiliki batik gedog yang tidak hanya menampilkan motif khas, tetapi juga mempertahankan rangkaian proses tradisional, mulai dari pengolahan kapas, pemintalan benang, penenunan, hingga pembatikan.
Di sisi lain, perkembangan batik di daerah seperti Sidoarjo dan Surabaya menunjukkan bahwa tradisi batik juga dapat berkembang mengikuti identitas masyarakat perkotaan dan kawasan industri.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber