
Surabaya (beritajatim.com) – Pengurus Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM) Provinsi Jawa Timur mendorong pemerataan kualitas pendidikan teknologi di daerah menjelang pelaksanaan Musyawarah Nasional VII di Yogyakarta.
“Melalui musyawarah yang demokratis, inklusif, dan berasaskan semangat tumbuh bersamaan, Munas APTIKOM VII secara resmi akan menetapkan Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal terpilih periode 2026–2030,” kata Ketua APTIKOM Jatim, Yoyon Arie Budi Suprio, Jumat (2/10/2026).
Yoyon menilai kepemimpinan periode baru memegang amanah menyatukan potensi akademisi, peneliti, dan praktisi IT dari daerah. Sinergi ini dibutuhkan untuk menjawab tantangan perkembangan kecerdasan buatan dan arus transformasi digital.
“Semoga kepemimpinan baru ini membawa APTIKOM makin solid, berdampak, hadir nyata, serta tumbuh bersama menggerakkan kemajuan pendidikan tinggi komputer di setiap provinsi di Indonesia,” ujar Yoyon.
Selain regenerasi kepemimpinan, masalah ketimpangan akses program antarwilayah juga menjadi perhatian. Pengurus di daerah berharap program publikasi internasional, riset, hingga kerja sama industri tidak hanya dinikmati kelompok tertentu.
“Jangan sampai APTIKOM besar di tingkat pusat, tetapi manfaatnya tidak terasa di wilayah,” kata Wakil Ketua III APTIKOM Jatim Bidang Humas dan Kelembagaan, Supangat.
Supangat menilai regenerasi kepengurusan harus memberikan panggung terbuka bagi kampus baru dan peneliti muda. Ia menekankan sistem meritokrasi perlu berjalan agar setiap anggota memiliki kesempatan adil berdasarkan kontribusi.
“Organisasi nasional memiliki tanggung jawab yang lebih besar, yaitu mengangkat mereka yang belum kuat, membuka akses bagi mereka yang masih berada di pinggir,” tegas Supangat.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber