Sarjana Sastra Inggris (S.S) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Bergabung ke TIMES Indonesia sejak Maret 2023. Meliput berbagai topik, utamanya pendidikan dan ekonomi.

MALANG – Sistem keamanan lingkungan (Siskamling) di RT 14 RW 11 Perumahan Banjararum Asri, Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, masuk dalam 10 besar PIN Siskamling Jogo Jawa Timur 2026. 

Siskamling tersebut menjadi satu-satunya perwakilan Kabupaten Malang yang melaju ke tahap penilaian lapangan. Penilaian dilakukan langsung oleh Tim PIN Siskamling Jogo Jawa Timur 2026 pada Sabtu (3/10/2026).

Wakil Bupati Malang Dra. Hj. Lathifah Shohib turut hadir dalam penilaian tersebut. Ia menilai capaian warga Banjararum tidak semata-mata menunjukkan kesiapan sistem keamanan lingkungan, tetapi juga menggambarkan kepedulian masyarakat dalam menjaga lingkungan secara bersama-sama.

Menurut Lathifah, keberadaan Siskamling seharusnya tidak dipahami sebatas aktivitas ronda atau penjagaan lingkungan.

“Siskamling bukan sekadar kegiatan ronda atau penjagaan lingkungan, tetapi merupakan wujud nyata semangat gotong royong, kebersamaan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial masyarakat,” ujar Lathifah.

Karena itu, ia menilai keamanan dan ketertiban tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah maupun aparat keamanan. Masyarakat juga memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tertib.

Lathifah mendorong sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, aparat keamanan, dan masyarakat terus diperkuat. Menurutnya, budaya gotong royong yang telah tumbuh di Banjararum perlu dijaga dalam kehidupan sehari-hari.

“Apapun hasil penilaian hari ini, semoga dapat menjadi motivasi untuk terus berbenah, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong,” katanya.

Plt. Kepala Satpol PP Provinsi Jawa Timur sekaligus bagian dari Tim Penilai PIN Siskamling Jogo Jawa Timur 2026, Dr. M. Hadi Wawan Guntoro, mengatakan penilaian lapangan menjadi kesempatan untuk melihat langsung inovasi masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Menurutnya, aspek yang dilihat dari Siskamling Banjararum tidak berhenti pada kegiatan keamanan lingkungan. Warga juga mengembangkan kegiatan yang berkaitan dengan edukasi dan literasi masyarakat.

“Kita berharap kesadaran masyarakat ini sudah berjalan dengan baik. Itulah yang kemudian menjadi bagian penting dalam penilaian,” ungkap Hadi Wawan.

Ia menegaskan, keberadaan Siskamling semestinya dibangun dari kesadaran masyarakat. Dengan demikian, program tersebut tidak hanya aktif ketika menghadapi penilaian atau perlombaan.
Tujuan utamanya adalah memastikan budaya menjaga keamanan, ketertiban umum, serta perlindungan masyarakat benar-benar menjadi bagian dari kehidupan warga.

Hadi Wawan juga menyebut seluruh peserta yang telah masuk tahap penilaian lapangan merupakan Siskamling yang dinilai terbaik di Jawa Timur.

Dari seluruh peserta tersebut, nantinya akan ditetapkan satu Siskamling terbaik dalam PIN Siskamling Jogo Jawa Timur Tahun 2026. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Portal berita positif yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa, cek fakta, ekoran, politik, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata, dan kopi times

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *