Blitar (beritajatim.com) – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Blitar selama beberapa bulan terakhir mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah. Merespons kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar menyalurkan bantuan 24 ribu liter air bersih ke tiga desa terdampak kekeringan. Bantuan ini menjangkau 312 kepala keluarga (KK) atau sekitar 839 jiwa yang mulai kesulitan memperoleh pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar, Wahyudi, mengatakan penyaluran air bersih merupakan langkah cepat pemerintah daerah untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama musim kemarau.

“Penyaluran air bersih ini dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan,” ujar Wahyudi pada Sabtu (3/10/2026).

Tiga desa yang menjadi sasaran distribusi bantuan tersebut adalah Desa Ngadipuro di Kecamatan Wonotirto, Desa Tugurejo di Kecamatan Wates, dan Desa Binangun di Kecamatan Binangun. Penyaluran dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi wilayah serta kebutuhan warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Berdasarkan pemetaan BPBD Kabupaten Blitar, Desa Ngadipuro, Kecamatan Wonotirto, menerima alokasi bantuan terbesar, yakni 12 ribu liter air bersih. Pasokan tersebut diperuntukkan bagi 140 KK atau sekitar 322 jiwa yang terdampak kekeringan.

Sementara itu, Desa Tugurejo, Kecamatan Wates, mendapatkan distribusi 8 ribu liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan 92 KK atau 277 jiwa. Adapun Desa Binangun, Kecamatan Binangun, menerima 4 ribu liter air bersih yang dialokasikan bagi 80 KK atau sekitar 240 jiwa.

Secara keseluruhan, bantuan air bersih tahap ini menjangkau 312 KK atau sekitar 839 jiwa di tiga desa tersebut. Distribusi ini diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan air, terutama untuk minum dan keperluan dasar rumah tangga selama pasokan air semakin terbatas akibat kemarau.

Wahyudi mengimbau masyarakat agar tetap tenang karena BPBD Kabupaten Blitar terus melakukan pemantauan dan asesmen secara berkala di lapangan. Penyaluran bantuan berikutnya akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi kekeringan dan tingkat kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *