
Kediri (ANTARA) – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri, Jawa Timur, mencatat inflasi bulanan di daerah itu pada September 2026 sebesar 0,41 persen dengan kelompok pendidikan menjadi penyumbang utama kenaikan harga.
Kepala BPS Kota Kediri Emil Wahyudiono mengatakan berdasarkan hasil pemantauan Indeks Harga Konsumen (IHK), inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) Kota Kediri pada September 2026 tercatat sebesar 3,38 persen.
“Pada bulan sembilan, Kota Kediri mengalami inflasi bulanan atau month-to-month (m-to-m) sebesar 0,41 persen. Sementara itu, inflasi tahunan (y-on-y) tercatat sebesar 3,38 persen,” ujar Emil di Kediri, Sabtu.
Ia menjelaskan kelompok pendidikan memberikan andil terbesar terhadap inflasi bulanan September, yakni sebesar 0,19 persen. Komoditas akademi atau perguruan tinggi menjadi salah satu penyumbang utama dengan andil 0,19 persen.
Selain itu, sejumlah komoditas pangan turut memberikan tekanan terhadap inflasi, antara lain cabai rawit dengan andil 0,12 persen, daging ayam ras 0,09 persen, telur ayam ras 0,05 persen, beras dan jeruk masing-masing 0,03 persen.
Komoditas lainnya yang memberikan andil terhadap inflasi antara lain angkutan udara dan bayam masing-masing 0,02 persen serta jagung manis dan daging sapi masing-masing 0,01 persen.
Di sisi lain, sejumlah komoditas mengalami penurunan harga sehingga menahan laju inflasi. Emas perhiasan dan alpukat masing-masing mengalami deflasi sebesar 0,04 persen, sedangkan kacang panjang dan semangka masing-masing sebesar 0,03 persen.
Sementara itu, cabai merah, bawang merah, pir, bawang putih, dan ketimun masing-masing mengalami deflasi sebesar 0,02 persen.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber