
Madura Raya (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Jawa Timur memperkuat program mitigasi bencana di berbagai objek wisata di wilayah itu dengan memberikan pendidikan melek bencana kepada kelompok sadar wisata.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan Muh Zainul Qomar mengatakan, langkah itu dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan keselamatan pengunjung, sekaligus bentuk dukungan terhadap program pengembangan objek wisata.
“Sebab, wisata yang baik bukan hanya menarik untuk dikunjungi, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman kepada setiap orang yang datang,” katanya dalam keterangan yang diterima di Bangkalan, Minggu.
Karena itu, sambung dia, aspek kebencanaan tidak boleh ditempatkan sebagai pelengkap, melainkan harus menjadi bagian dari tata kelola destinasi wisata sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaannya.
Menurut Zainul, setiap destinasi memiliki karakteristik risiko yang berbeda yang harus diperhatikan oleh pengelola objek wisata, yakni kelompok sadar wisata (Pokdarwis).
“Karena itu, program melek bencana bagi pengelola objek wisata kami lakukan, dan ini merupakan bentuk implementasi dari program ‘B-TOURSAFE’ (Bangkalan Tourism Safety and Resilience Framework), yakni sebuah kerangka tata kelola untuk mewujudkan destinasi wisata yang tangguh terhadap bencana,” katanya.
Menurut Kepala BPBD Muh Zainul Qomar, pendekatan B-TOURSAFE tidak hanya berorientasi pada penanganan ketika bencana terjadi, tetapi lebih menekankan pada pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, respons, hingga evaluasi.
Melalui program ini BPBD mendorong adanya pemetaan risiko pada destinasi wisata, penyusunan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan dan kedaruratan, penyediaan rambu serta jalur evakuasi, titik kumpul, sistem informasi risiko, hingga pelaksanaan edukasi, pelatihan dan simulasi secara berkala.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber