
jatimnow.com – Maraknya praktik judi online di Jawa Timur tak lagi sekadar menguras isi dompet warga, tetapi sudah merobek ketahanan rumah tangga hingga menyisakan trauma mendalam bagi anak-anak.
Kondisi pilu dialami keluarga Asmaul di Tuban. Dua anaknya yang masih duduk di kelas 3 SD serta seorang balita harus menjalani hidup tanpa kehadiran sosok ayah selama tujuh bulan terakhir.
Sang kepala keluarga terpaksa mendekam di balik jeruji besi usai divonis satu tahun penjara akibat terjerat aplikasi HGI atau Higgs Games Island
Menyikapi kenyataan pahit yang terus berulang di daerah, Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Jawa Timur, Yordan M. Batara Goa, mendesak Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bergerak lebih agresif dan presisi memutus akses seluruh platform perjudian digital dari pusat.
“Pencegahan secara teknologi dari pusat harus jauh lebih cepat dan presisi,” kata Yordan, Senin (5/10/2026).
Pemerintah Provinsi Jawa Timur selama ini berada dalam posisi serba salah karena terbentur batasan wewenang teknis.
Tanpa hak mengeksekusi pemblokiran atau penutupan (take down) situs bandar, peran daerah sebatas memantau, mendata, lalu melaporkan temuan ke Komdigi.
Di sisi lain, Yordan menilai pola penanganan hukum saat ini masih kerap salah sasaran. Memenjarakan para pemain yang sudah berada dalam taraf kecanduan berat hanya menambah beban lembaga pemasyarakatan tanpa pernah menyelesaikan muara masalah.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber