Kabupaten Malang, blok-a.com – Flushing Bendungan Sengguruh tahun 2026 menargetkan penggelontoran sekitar 700 ribu meter kubik sedimen dalam waktu 10 hari mulai 5 Oktober hingga 15 Oktober 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk mengendalikan sedimentasi di kawasan hulu Sungai Brantas sekaligus menjaga kapasitas tampungan bendungan.

Kepala Divisi Jasa WS Brantas Perum Jasa Tirta I Malang, Adi Bowo Kusumo, mengatakan Bendungan Sengguruh merupakan infrastruktur pertama dalam sistem Sungai Brantas. Sedimen yang masuk ke bendungan salah satunya berasal dari aktivitas di wilayah hulu, termasuk Kota Batu dan Kota Malang.

“Ini dalam rangka kita pengendalian sedimen di Kali Brantas hulu. Seperti kita lihat semua, ini lumpurnya mengumpul di sini,” ujar Adibowo pada Senin (5/10/2026).

Ia menambahkan, sedimentasi kembali meningkat setelah curah hujan tinggi dan musim penghujan yang cukup panjang pada 2025. Kondisi tersebut membuat material sedimen yang masuk ke Bendungan Sengguruh cukup banyak.

“Kurang lebih tiga tahun yang lalu kita sudah melakukan flushing. Kebetulan 2023 kita ada flushing dan sukses. Kemudian di tahun 2025 musim hujannya lebat, cukup panjang, curah hujannya cukup tinggi. Akhirnya sedimennya cukup banyak juga yang masuk ke sini,” tambahnya.

Melalui flushing, sedimen digelontorkan secara terkendali untuk menjaga ruang tampungan bendungan agar tetap dapat menampung air secara optimal. Ia menjelaskan, kebermanfaatan air akan menjadi maksimal jika sudah dilakukan flushing.

“Fungsinya nanti untuk menjaga daya tampung ruang tampungan waduk ini untuk bisa menampung air yang semestinya. Sehingga kemanfaatan air ini nanti cukup banyak, baik untuk keperluan irigasi di hilir maupun kemanfaatan yang lain, salah satunya PLTA,” katanya.

Adi Bowo menyebut volume sedimen yang menjadi target penggelontoran dalam kegiatan flushing tahun ini mencapai sekitar 700 ribu meter kubik.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *