BANYUWANGI – DPC PKB Banyuwangi, Jawa Timur, bergerak cepat memperkuat barisan mesin politiknya. Tidak tanggung-tanggung, pembentukan Dewan Pengurus Ranting (DPRt) di 217 desa dan kelurahan se-Bumi Blambangan berhasil dirampungkan dalam waktu super kilat, yakni mulai 1 hingga 6 Oktober 2026.

Pasca pembentukan, DPC PKB Banyuwangi langsung mengebut agenda konsolidasi dengan menggelar musyawarah yang melibatkan 2.387 peserta dari jajaran pengurus DPRt. Musyawarah massal ini digeber guna membangun kedekatan, memperkokoh hubungan, serta menyolidkan barisan di tingkat ranting dan akar rumput selaku kunci utama kemenangan partai.

Ketua DPC PKB Banyuwangi, Dr. Zaki Al Mubarok, S.Pd.I., M.Si., menegaskan bahwa kesiapan serta kokohnya struktur partai hingga lapisan terbawah menjadi syarat mutlak dalam menghadapi agenda politik mendatang.

“Infrastruktur partai yang kuat dan solid di tingkat ranting dan akar rumput adalah kemenangan PKB Banyuwangi di Pemilu 2029,” ucap Dr. Zaki Al Mubarok, Selasa (610/2026).

Pria yang juga dipercaya menjabat sebagai Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum, Ketentraman Masyarakat, dan Perlindungan Masyarakat (Trantibum Linmas) DPRD Banyuwangi tersebut menambahkan. Penataan struktural ini sangat penting untuk memperkokoh ideologi partai di akar rumput.

Sementara itu, Sekretaris DPC PKB Banyuwangi, Inayanti Kusumasari, menyampaikan bahwa selesainya pembentukan pengurus di seluruh wilayah Bumi Blambangan memberikan dorongan optimisme dan kepercayaan diri yang tinggi bagi partai.

“Dengan terbentuknya seluruh DPRt PKB se-Kabupaten Banyuwangi, DPC PKB Banyuwangi semakin optimis untuk memenangkan Pemilu legislatif dan eksekutif 2029,” kata Inayanti.

Keberadaan DPRt dinilai sangat vital sebagai wadah untuk melaksanakan kebijakan, keputusan, dan program kerja partai. Mulai dari tingkat pusat hingga lingkungan warga. Selain menjadi pilar dan basis kekuatan partai yang berinteraksi langsung dengan masyarakat di tingkat bawah, DPRt juga berperan sebagai ujung tombak perjuangan untuk mendengar, menghimpun, serta memperjuangkan aspirasi dan keluhan warga di tingkat desa maupun kelurahan. (*)

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *