Jombang (beritajatim.com) – Tradisi sambung sanad dan ijazah kitab Sahih Bukhari kembali digelar di Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Senin (5/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Muktamar Turats Nabawi (Mutun) 2026 yang berlangsung pada 5-7 Oktober 2026.

Kegiatan sambung sanad dan ijazah Sahih Bukhari tersebut dipimpin salah satu masyayikh Pesantren Tebuireng, KH Mutohharun Afif, Lc., MH.I. Dalam kegiatan itu, KH Mutohharun Afif menyampaikan ijazah kitab Sahih Bukhari dengan sanad keilmuan yang disebut bersambung hingga Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari melalui jalur KH Idris Kamali.

Kegiatan diikuti Mudir Ma’had Aly Hasyim Asy’ari, Rais Marhalah Tsaniyah, Ketua Asosiasi Ilmu Hadis Indonesia (Asilha), para idariyyin, serta peserta Mutun 2026.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan tawassul yang dipimpin KH Mutohharun Afif. Para peserta kemudian mengikuti khataman hadis Sahih Bukhari dengan membaca bagian atau maqra’ yang telah dibagikan secara bersama-sama.

Khataman hadis tersebut merupakan tradisi yang telah rutin dilaksanakan di Ma’had Aly Hasyim Asy’ari sejak 2023. Tradisi ini terinspirasi dari kegiatan khataman Sahih Bukhari yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang sejak 2020.

Selain menjadi bagian dari tradisi keilmuan pesantren, kegiatan khataman tersebut juga dilakukan sebagai ikhtiar dan doa untuk tolak bala. Pembacaan Sahih Bukhari secara bersama-sama menjadi salah satu bentuk penguatan tradisi kajian hadis di lingkungan Ma’had Aly Hasyim Asy’ari.

Mudir Ma’had Aly Hasyim Asy’ari KH Ahmad Roziqi mengatakan, kegiatan sambung sanad dan ijazah tersebut bertujuan membiasakan para mahasantri membaca kitab-kitab hadis. Menurut dia, kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi para peserta untuk memperoleh keberkahan sekaligus menjaga kesinambungan sanad keilmuan.

Ia berharap sanad keilmuan yang diperoleh para peserta dapat tersambung kepada Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari. “Kegiatan sambung sanad dan ijazahan ini bertujuan untuk membiasakan para mahasantri membaca kitab-kitab hadis,” ujar Roziqi.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *