Keputih adalah satu-satunya wilayah Surabaya yang mempertemukan hutan mangrove, kawasan tambak, muara sungai, dan perairan Selat Madura dalam satu bentang ekologis. Kawasan ini menjadi ruang hidup berbagai biota pesisir sekaligus sumber penghidupan petambak. Bagi petambak, sungai bukan sekadar aliran air, tetapi bagian penting dari kehidupan tambak dan keseimbangan lingkungan pesisir. Namun, ekosistem itu kini berhadapan dengan desakan pembangunan perumahan dan kawasan komersial. Kontestasi ruang pun muncul ketika kepentingan perusahaan bersinggungan dengan petambak dalam persoalan sempadan sungai. Lingkungan dan mata pencaharian pun terancam.

Asap rokok yang terselip di antara jari telunjuk dan jari tengah Reman (72) membubung ke udara. Di sebuah gardu, Selasa (29/9/2026) pagi, Reman bersama sejumlah petani tambak berbincang sebelum berangkat bekerja.

Pembicaraan mereka pagi itu menyinggung rencana kedatangan dua orang dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya ke gardu tempat mereka berkumpul.

Beberapa hari sebelumnya, warga perumahan dan apartemen Dian Regency Sukolilo yang berada tak jauh dari gardu mengeluhkan bau anyir bercampur busuk yang berasal dari sampah di sungai di sisi jalan menuju perumahan. Bau itu menjadi kecemasan bagi penghuni kawasan tersebut.

Namun, tak ada wajah Reman dan kawan-kawannya yang menunjukkan keterkejutan mendengar keluhan itu. Bagi mereka, persoalan tersebut sudah mereka rasakan, bahkan jauh lebih menderita semenjak 2019 silam.

Reman masih mengingat kondisi anak sungai tersebut ketika kondisi masih apa adanya. Plengsengan sungai masih berupa tanah. Belum ada perumahan padat maupun apartemen, juga tidak ada sampah domestik yang mengambang.

“Dulu, sungai sama plengsengan kali ini tuh gak seperti ini, dulu lebar, bahkan 2 perahu kayu bisa lewat di sini, sekarang makin sempit karena kena sendimentasi,” kenang Reman.

Bagi petani tambak, air sungai menjadi tonggak yang mempengaruhi hasil tangkapan, air sungai menjadi penting sebab akan mengalir melewati laban (pintu air tambak tradisional dari kayu) yang kemudian akan dibuka atau dialirkan ke tambak jika musim panen tiba atau usai.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *