Kediri (ANTARA) – Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, menekankan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah harus dilakukan secara amanah serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat untuk menjaga kepercayaan para muzaki.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengemukakan kekuatan zakat tidak hanya diukur dari besarnya dana yang berhasil dihimpun. Pengelolaan yang transparan dan amanah serta manfaat yang dirasakan langsung masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan para muzaki.

“Mengajak orang berzakat jangan hanya dengan surat edaran. Yang lebih penting adalah membangun kepercayaan. Tunjukkan bahwa apa yang mereka titipkan benar-benar dikelola dengan amanah dan kembali kepada masyarakat dalam bentuk manfaat yang nyata,” katanya di Kediri, Rabu.

Wali Kota dalam optimalisasi pengumpulan dan pendistribusian zakat, infak, sedekah  2026 tersebut mengatakan sekitar 220 Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kota Kediri memiliki potensi besar untuk memperkuat gerakan zakat sekaligus memperluas manfaatnya bagi masyarakat.

“Harapan saya, seluruh UPZ dapat bergerak dengan semangat yang sama sehingga zakat, infak, dan sedekah mampu memberikan manfaat sosial yang lebih luas bagi masyarakat Kota Kediri,” ujarnya.

Ia mengapresiasi peran BAZNAS Kota Kediri yang selama ini menjadi mitra Pemerintah Kota Kediri dalam mendukung berbagai program kesejahteraan masyarakat.

Sejumlah kolaborasi tersebut diwujudkan melalui program Koper Pengantin, rehabilitasi rumah tidak layak huni, santunan anak yatim, beasiswa pendidikan, hingga dukungan pengobatan bagi masyarakat terdampak AIDS, tuberkulosis, dan malaria.

Pihaknya juga mendorong pengelola UPZ, khususnya di lingkungan pemerintahan dan aparatur sipil negara (ASN), tidak hanya berperan sebagai penghimpun zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga menjadi penggerak dan teladan dalam membangun kesadaran berzakat di lingkungan masing-masing.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *