
Mataram (ANTARA) – Kesenian tradisional Madura turut memeriahkan parade MotoGP Mandalika di Mataram, Nusa Tenggara Barat, melalui penampilan Komunitas Musik Tong-Tong Angin Ribut Sumenep yang mengusung tema Keris Madura.
Salah satu perwakilan Komunitas Musik Tong-Tong Angin Ribut Sumenep, Mohamad Ismadi Huda, mengatakan keikutsertaan dalam parade itu menjadi kesempatan bagi komunitasnya untuk memperkenalkan kesenian Madura.
Ismadi menuturkan penggunaan nama Madura dalam tema pertunjukan juga untuk menunjukkan bahwa Musik Tong-Tong merupakan kesenian yang berkembang di berbagai wilayah Pulau Madura.
Dalam parade tersebut, Komunitas Musik Tong-Tong Angin Ribut melibatkan 60 orang yang terdiri atas 50 personel pemusik dan 10 penari.
Ismadi menceritakan persiapan penampilan di Lombok dilakukan selama kurang lebih dua pekan. Keikutsertaan dalam parade MotoGP Mandalika juga menjadi pengalaman tersendiri lantaran merupakan kali pertama komunitas tersebut tampil di Lombok.
Penampilan kesenian Madura itu juga mendapat perhatian dari Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal yang mengunjungi dekorasi pertunjukan dan turut naik ke atas dekorasi untuk melihat langsung penampilan komunitas.
Musik Tong-Tong berasal dari alat musik tong-tong yang dibuat dari kayu. Dalam perkembangannya, kesenian tersebut dikemas dan dimodernisasi dengan memadukan sejumlah alat musik modern.
Pewarta : Santani
Editor: Sugiharto Purnama
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber