
Ponorogo (beritajatim.com) – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Ponorogo tahun ini tetap akan digelar meski pemerintah daerah melakukan efisiensi anggaran. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo menyiapkan sejumlah agenda dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat dan generasi muda.
Pemkab Ponorogo ingin peringatan HSN tetap terasa di tengah masyarakat. Konsep pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah tanpa menghilangkan rangkaian utama peringatan Hari Santri.
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita mengatakan semangat memperingati Hari Santri tetap dijaga meski anggaran daerah harus diefisienkan. Sejumlah agenda tetap disiapkan untuk menyemarakkan momentum tersebut dengan menyesuaikan skala pelaksanaannya.
“Karena efisiensi, tapi tetap semangat. Tetap ingin mengadakan acara Hari Santri ini,” kata Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita, ditulis Kamis (8/10/2026).
Sejumlah agenda bernuansa keagamaan akan menjadi bagian dari rangkaian HSN Ponorogo 2026. Agenda tersebut antara lain lomba tilawah Al-Qur’an, festival hadrah, lomba dai cilik, hingga khatmil Al-Qur’an serentak di seluruh Ponorogo.
Rangkaian tersebut kemudian dilanjutkan dengan apel Hari Santri dan pawai obor santri. Tradisi mengenakan pakaian ala santri selama sepekan juga tetap dipertahankan.
“Bagi ASN nonmuslim, pakaian yang dikenakan diarahkan menyesuaikan dengan ketentuan busana yang sopan,” kata Bunda Rita, sapaan Plt Bupati Ponorogo.
Pemkab Ponorogo juga membuka ruang lebih luas bagi masyarakat untuk ikut ambil bagian dalam peringatan HSN. Kepanitiaan dan pelaksanaan agenda tidak hanya akan bertumpu pada organisasi perangkat daerah.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber