
Usai ledakan pipa gas LPG 50 kilogram di pertokoan San Antonio Pakuwon City, Mulyorejo, Surabaya pada Selasa (6/10/2026) lalu, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya minta warga tidak mengabaikan bau gas.
Laksita Rini Sevriani Kepala DPKP Kota Surabaya minta jika sudah ada tanda kebocoran LPG melalui bau, harus langsung mencopot regulator.
“Kalau LPG yang sudah tertanam seperti yang punyanya PGN itu ya, ya itu paling kan kan bisa langsung dimatikan kan itu kan kerannya,” bebernya, Kamis (8/10/2026).
Setelahnya, kata Rini, sebisa mungkin tabung gas dibawa ke luar ruangan, atau area terbuka.
“Kalau di dalam (ruangan) gasnya akan mengumpul, lalu pengin cari celah keluar. Akhirnya bisa terjadi seperti ledakan itu ya,” ungkapnya.
Menurutnya, bau gas itu tanda awal yang tidak boleh diabaikan, karena seringkali munculnya tidak disertai bunyi kebocoran gas.
Kemudian ia juga mengingatkan masyarakat pengguna LPG lebih dari satu tabung yang terpasang di kompor menyala, wajib mematikan semua api sebelum mengganti salah satu tabung yang habis.
“Itu bisa merambat yang lain. Bisa menimbulkan kebakaran itu. Karena sisanya itu tadi, mesti begitu dicopot (satu tabung gas) itu mesti ada sisa gasnya. Nah, itu yang akan menimbulkan kebakaran,” paparnya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber