Pamekasan, tvOnenews.com – Ratusan warga yang mengatasnamakan kelompok santri dan ulama mendatangi lokasi pembangunan toko modern di Desa Panaan, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Rabu (7/10/2026).

Kedatangan massa berujung pada aksi pembongkaran sebagian bangunan Indomaret yang berada di lokasi tersebut. Dalam aksi itu, massa disebut membawa alat berat dan menggunakannya untuk membongkar bagian bangunan yang telah berdiri.

Peristiwa tersebut mendapat perhatian aparat kepolisian. Polres Pamekasan menyatakan akan mengambil langkah sesuai dengan ketentuan hukum apabila terdapat pihak yang secara resmi melaporkan kerugian atau dugaan pelanggaran dalam kejadian tersebut.

Kasihumas Polres Pamekasan, Ipda Yoni Evan Pratama, menegaskan bahwa setiap laporan masyarakat akan diproses secara profesional dengan mengacu pada prosedur hukum yang berlaku.

“Polres Pamekasan akan menindaklanjuti secara profesional sesuai prosedur hukum yang berlaku apabila terdapat laporan resmi dari pihak yang merasa dirugikan,” kata Evan, Kamis (8/10/2026).

Menurutnya, aparat yang berada di lokasi telah berupaya mengendalikan situasi melalui pendekatan persuasif. Polisi memberikan imbauan kepada massa agar tidak melakukan tindakan yang dapat memperluas persoalan.

Upaya tersebut, kata Evan, membuat bangunan toko modern itu tidak mengalami kerusakan hingga roboh seluruhnya.

Ia menjelaskan, persoalan keberadaan toko modern tersebut sebenarnya telah beberapa kali dibahas melalui mekanisme mediasi dan musyawarah. Penyelesaian sebelumnya dilakukan secara berjenjang, baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *