Malang (beritajatim.com) – Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) di Malang tetap aman dan mengimbau masyarakat agar tetap tenang di tengah penyesuaian pola distribusi. Pengaturan pengiriman dilakukan untuk menyesuaikan pasokan dengan kebutuhan konsumsi sekaligus menjaga kelancaran pelayanan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan penyesuaian suplai merupakan bagian dari pengelolaan rantai pasok BBM secara menyeluruh di wilayah Jatimbalinus yang mencakup empat provinsi. Pengelolaan tersebut meliputi sumber pasokan, baik dari impor maupun kilang, hingga penyaluran ke wilayah operasional.

Menurut Ahad, kebutuhan BBM masyarakat Malang menjadi pertimbangan utama dalam pengaturan pola pengiriman. Pada September 2026, rata-rata konsumsi BBM harian di Malang mencapai 720 kiloliter atau setara 720.000 liter per hari.

“Kebutuhan BBM masyarakat di Malang menjadi perhatian kami dalam mengatur pola pengiriman dan menjaga kelancaran pasokan. Pada September 2026, rata-rata konsumsi BBM harian di Malang mencapai 720 kiloliter per hari. Untuk itu, kami terus memantau kebutuhan di lapangan dan menyesuaikan suplai agar ketersediaan BBM serta pelayanan di SPBU tetap terjaga,” kata Ahad.

Untuk mendukung pemenuhan kebutuhan tersebut, pengiriman BBM dari Surabaya ke Malang dilakukan secara bertahap. Pada 8 Oktober 2026, pengiriman dijadwalkan berlangsung dalam tiga kali pengiriman, dengan perkiraan kedatangan masing-masing pukul 01.00, 07.00, dan 13.00 WIB.

Dua pengiriman pertama mencakup Pertamax, Pertalite, dan Biosolar. Sementara itu, pengiriman ketiga mencakup Pertamax dan Pertalite. Khusus akhir pekan, pengiriman direncanakan sebanyak empat ritase guna mendukung kebutuhan masyarakat.

Selain mengatur jadwal pengiriman, Pertamina mengoperasikan Fuel Terminal (FT) Malang selama 24 jam untuk mendukung kesiapan operasional dan kelancaran penyaluran BBM.

Ahad mengatakan evaluasi kondisi suplai dan koordinasi operasional terus dilakukan untuk mengantisipasi perubahan kebutuhan di lapangan. Kesiapan sarana dan fasilitas distribusi serta pelayanan di SPBU juga menjadi perhatian perusahaan.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *