
Trenggalek, Jawa Timur (ANTARA) – Pasar Jadul Pangupo Jiwo di kawasan hutan pinus kaki Gunung Wilis, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, ramai dikunjungi warga, Minggu.
Pasar kuliner tradisional yang mengusung suasana Jawa tempo dulu itu menjadi ruang promosi produk lokal, sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sebanyak 14 lapak yang dikelola 10 kelompok wanita tani (KWT) dan empat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Bendungan habis dalam waktu kurang dari dua jam sejak pasar dibuka pukul 08.00 WIB.
Pengunjung datang dari berbagai desa hingga luar daerah untuk menikmati aneka makanan dan jajanan tradisional yang disajikan menggunakan wadah alami, seperti daun, gerabah, batok kelapa, dan gelas bambu.
Transaksi juga dikemas menggunakan alat tukar berupa gebog dan koin kuno untuk memperkuat suasana pasar tempo dulu.
“Ini merupakan pasar jadul ketiga yang kami gelar sejak 2 Agustus lalu. Kami merancang pasar ini bersama Pemerintah Kecamatan Bendungan dengan konsep perdagangan masa lalu,” kata pendamping KWT Putri Wilis, Indah Ayu Lestari.
Mantan Camat Bendungan Sujatmiko, yang menggagas Pasar Jadul Pangupo Jiwo saat masih menjabat, mengatakan, pasar tersebut dirintis sebagai ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat, pelestarian budaya lokal, dan penguatan gotong royong.
“Kegiatan ini sejalan dengan tagline kami, ‘nguri-uri budoyo, nguripi ekonomi ekonomi warga’ (melestarikan budaya, menghidupkan ekonomi masyarakat lokal). Dari semangat inilah kemudian lahir ide rintisan pasar jadul ini,” kata Sujatmiko yang baru pensiun per 1 Oktober 2026 dengan jabatan terkahir Camat Bendungan ini.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber