
Provinsi Jawa Timur memperingati hari jadinya setiap 12 Oktober. Penetapan tanggal tersebut tidak lepas dari perjalanan panjang pembentukan struktur pemerintahan dan kewilayahan Jawa Timur sejak masa kerajaan hingga terbentuknya pemerintahan provinsi setelah Indonesia merdeka.
Mengutip laman Pemprov Jawa Timur, jejak awal pemerintahan di Jawa Timur dapat ditelusuri dari sumber epigrafis berupa Prasasti Dinoyo. Prasasti itu menunjukkan bahwa pada abad VIII, tepatnya tahun 770, telah muncul satuan pemerintahan Kerajaan Kanjuruhan di wilayah Malang.
Memasuki abad X, Jawa Timur mulai menempati posisi penting dalam sejarah kekuasaan di Nusantara. Wilayah yang sebelumnya menjadi bagian pinggiran dari Kerajaan Mataram Kuno di Jawa Tengah itu kemudian berkembang menjadi pusat berbagai kerajaan besar, mulai dari Medang, Kahuripan, Daha-Janggala, Singasari, hingga Majapahit.
Dalam fase ini, Mpu Sindok disebut sebagai tokoh penting yang meletakkan dasar-dasar pemerintahan di Jawa Timur. Struktur pemerintahan saat itu tersusun secara hierarkis, mulai dari pusat kerajaan atau keraton, watek atau daerah, hingga wanua atau desa. Pola tersebut bertahan hingga masa Singasari.
Pada abad XIII, struktur ketatanegaraan berkembang dengan munculnya konsep nagara atau provinsi. Prasasti Mulamalurung tahun 1255 Masehi pada masa Wisnu Wardhana menyebut struktur pemerintahan Singasari terdiri dari pusat atau keraton, nagara, watek, dan wanua.
Pada masa Majapahit, susunan pemerintahan mengalami penyempurnaan. Struktur wilayah terdiri dari bhumi atau pusat kerajaan, negara atau provinsi, thani atau wanua setingkat desa, hingga kabuyutan atau dusun.
Istilah Jawa Timur secara etimologis mulai dikenal pada masa Mataram Islam dengan sebutan Bang Wetan. Wilayahnya mencakup Pesisir Wetan dan Mancanagara Wetan atau pedalaman Jawa Timur.
Setelah huru-hara Cina di Kartasura pada 1742, wilayah pesisir utara Jawa dan Pulau Madura jatuh ke tangan Kompeni. Sementara itu, wilayah Mataram tinggal mencakup daerah pedalaman Jawa.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber